Jakarta – Perubahan besar tengah terjadi di ekosistem platform digital global. Threads, aplikasi microblogging milik Meta, dipastikan akan mulai menampilkan iklan kepada pengguna di seluruh dunia secara bertahap mulai pekan depan. Langkah ini menandai berakhirnya fase Threads sebagai platform yang relatif bebas promosi sejak pertama kali diluncurkan.
Meta menyampaikan bahwa Threads kini memiliki sekitar 400 juta pengguna aktif bulanan. Dengan basis pengguna sebesar itu, Threads dinilai telah mencapai skala yang cukup matang untuk memasuki fase monetisasi. Perusahaan menyebut platform ini sebagai ruang percakapan publik yang dinamis dan relevan, baik bagi pengguna maupun pelaku bisnis.
Dalam pengumuman resminya, Meta menjelaskan bahwa iklan di Threads dirancang agar dapat menyatu dengan alur percakapan. Perusahaan menyatakan pengiklan dapat bergabung secara lebih otentik dalam diskusi yang berlangsung, seraya menjangkau audiens yang memiliki ketertarikan pada produk atau layanan tertentu. Model ini mengandalkan sistem periklanan berbasis kecerdasan buatan, serupa dengan yang digunakan di Facebook dan Instagram.
Jenis iklan yang akan ditampilkan meliputi gambar dan video, termasuk format carousel serta rasio 4:5 yang dioptimalkan untuk layar ponsel. Seluruh pengelolaan iklan dilakukan melalui Business Settings Meta. Sistem ini memungkinkan pengiklan mengatur kampanye lintas platform, mulai dari Facebook, Instagram, hingga WhatsApp, dalam satu ekosistem terintegrasi.
Meta menegaskan bahwa peluncuran iklan di Threads tidak dilakukan secara serentak. Penayangan awal akan dibatasi dengan intensitas rendah, lalu diperluas secara bertahap dalam beberapa bulan hingga menjangkau seluruh pengguna global. Pendekatan ini diklaim bertujuan menjaga kenyamanan pengguna sekaligus memberi waktu adaptasi terhadap perubahan pengalaman menggunakan aplikasi.
Sejak diluncurkan pada Juli 2023, Threads tumbuh cepat dan langsung diposisikan sebagai pesaing utama X, platform media sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. CEO Meta Mark Zuckerberg beberapa kali menyampaikan keyakinannya bahwa Threads berpotensi menembus satu miliar pengguna dalam beberapa tahun mendatang.
Data dari Similarweb memperkuat optimisme tersebut. Laporan terbaru menunjukkan jumlah pengguna harian Threads di perangkat Android dan iOS telah melampaui X. Threads tercatat memiliki sekitar 141,5 juta pengguna aktif harian, sementara X berada di kisaran 125 juta pengguna aktif harian. Pencapaian ini menjadikan Threads salah satu platform percakapan terbesar dalam waktu relatif singkat.
Masuknya iklan ke Threads terjadi hampir bersamaan dengan langkah serupa di dunia kecerdasan buatan. ChatGPT, layanan chatbot milik OpenAI, juga mengumumkan rencana uji coba penayangan iklan pada versi gratisnya. Uji coba ini akan dilakukan untuk pengguna dewasa yang telah login di Amerika Serikat.
OpenAI menyebut iklan akan muncul di bagian bawah jawaban ChatGPT dan diberi label “disponsori”. Perusahaan menegaskan bahwa iklan tidak akan memengaruhi isi jawaban yang diberikan sistem. Respons ChatGPT tetap diklaim berdasarkan informasi yang dianggap paling relevan dan berguna secara objektif.
Langkah ini diambil di tengah upaya OpenAI meningkatkan pendapatan untuk menopang kebutuhan investasi besar di sektor infrastruktur AI. CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya dikenal kritis terhadap konsep periklanan, khususnya dalam konteks AI. Namun, ia juga pernah menyatakan tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut jika dilakukan dengan batasan ketat.
OpenAI menyatakan tidak akan menjual data atau percakapan pengguna kepada pengiklan. Selain itu, iklan tidak akan ditampilkan dalam percakapan yang menyangkut topik sensitif atau diatur regulasi, seperti kesehatan, kesehatan mental, dan politik. Pengguna yang teridentifikasi atau diyakini berusia di bawah 18 tahun juga tidak akan menerima iklan.
Baik di Threads maupun ChatGPT, masuknya iklan mencerminkan perubahan arah industri teknologi. Platform yang sebelumnya mengedepankan pertumbuhan pengguna kini menghadapi realitas kebutuhan pendapatan berkelanjutan. Biaya operasional, pengembangan teknologi, serta persaingan ketat mendorong perusahaan teknologi mencari sumber pemasukan baru yang stabil.
Bagi pengguna, perubahan ini berarti pengalaman digital yang berbeda dari sebelumnya. Threads yang awalnya terasa lebih bersih dari promosi kini akan mulai menampilkan konten berbayar. Sementara itu, ChatGPT yang selama ini dikenal sebagai asisten AI netral juga memasuki fase baru sebagai ruang yang memiliki elemen komersial.
Meski perusahaan menekankan komitmen pada transparansi dan perlindungan pengguna, efektivitas kebijakan ini baru dapat dinilai setelah implementasi berjalan penuh. Yang jelas, langkah Meta dan OpenAI menunjukkan bahwa era platform digital besar tanpa iklan semakin menyempit, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan dan tuntutan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
