banner 728x250

Waspada Modus Scam GhostPairing di WhatsApp, Ancaman Diam-Diam yang Mengintai Pengguna Indonesia

Illustrasi Hacker
banner 120x600
banner 468x60

Pengguna WhatsApp di Indonesia kembali dihadapkan pada ancaman penipuan digital jenis baru. Modus yang dikenal dengan nama GhostPairing ini dinilai lebih berbahaya dibanding penipuan WhatsApp sebelumnya karena mampu membajak akun tanpa disadari korban dalam waktu lama. Dalam banyak kasus, korban tetap bisa menggunakan WhatsApp seperti biasa, sementara pelaku diam-diam memantau seluruh aktivitas percakapan.

Modus GhostPairing pertama kali diungkap oleh perusahaan keamanan siber Avast. Para peneliti menemukan bahwa teknik ini memanfaatkan fitur resmi WhatsApp, yakni penautan perangkat atau Linked Devices. Celah tersebut memungkinkan akun WhatsApp diakses dari lebih dari satu perangkat tanpa harus mengeluarkan pengguna utama dari aplikasinya.

banner 325x300

Berbeda dengan penipuan lama yang mengandalkan pencurian kata sandi atau kode OTP, GhostPairing bekerja dengan cara yang jauh lebih halus. Korban biasanya menerima pesan dari kontak yang sudah dikenal. Isinya singkat dan tampak tidak mencurigakan, misalnya mengaku menemukan foto korban atau menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi. Pesan ini disertai tautan yang memancing rasa penasaran.

Saat tautan diklik, korban diarahkan ke halaman palsu yang tampilannya menyerupai Facebook atau layanan populer lainnya. Di halaman tersebut, korban diminta melakukan verifikasi sebelum bisa melihat konten yang dijanjikan. Proses ini terlihat wajar bagi pengguna awam. Namun di balik layar, langkah tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses penautan perangkat WhatsApp milik pelaku.

Dengan memasukkan kode pemasangan yang valid, korban tanpa sadar telah menambahkan perangkat penipu ke akun WhatsApp mereka. Sejak saat itu, pelaku memperoleh akses penuh terhadap pesan masuk, foto, pesan suara, serta daftar kontak. Yang paling berbahaya, semua ini terjadi tanpa notifikasi mencolok dan tanpa perubahan kata sandi.

Media Inggris Mirror UK melaporkan bahwa banyak korban baru menyadari akunnya dibajak setelah berbulan-bulan. Selama periode tersebut, pelaku dapat mempelajari isi percakapan dan gaya komunikasi korban. Informasi ini kemudian digunakan untuk melakukan penipuan lanjutan, seperti menyamar meminta uang kepada keluarga, teman, atau rekan kerja.

Para ahli keamanan siber menilai GhostPairing membuka peluang penipuan yang jauh lebih terarah. Karena pesan dikirim dari akun asli korban, penerima cenderung tidak curiga. Dalam konteks Indonesia, risiko ini semakin besar mengingat tingginya penggunaan WhatsApp untuk komunikasi keluarga, pekerjaan, hingga urusan keuangan.

Penipuan semacam ini juga berpotensi memicu pemerasan. Akses ke obrolan pribadi, foto, dan pesan suara dapat disalahgunakan untuk mengancam korban. Situasi ini menjadi serius karena korban sering kali tidak memiliki bukti jelas kapan dan bagaimana akunnya mulai diakses pihak lain.

Untuk mencegah GhostPairing, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan pengguna WhatsApp di Indonesia. Pertama, rutin memeriksa menu Settings lalu Linked Devices. Pastikan hanya perangkat yang benar-benar digunakan sendiri yang terhubung. Jika menemukan perangkat asing atau lokasi yang tidak dikenal, segera hapus akses tersebut.

Kedua, waspadai setiap situs web yang meminta pemindaian kode QR WhatsApp atau memasukkan kode pemasangan. Permintaan semacam ini patut dicurigai, terutama jika datang melalui tautan di chat. WhatsApp tidak pernah meminta proses penautan perangkat melalui pesan pribadi atau situs pihak ketiga.

Ketiga, aktifkan fitur verifikasi dua langkah. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan yang dapat menghambat upaya penautan perangkat tanpa izin. Meski tidak sepenuhnya kebal, langkah ini terbukti efektif mengurangi risiko pembajakan.

Himbauan juga perlu disampaikan secara luas. Pengguna disarankan untuk mengedukasi anggota keluarga, terutama orang tua dan anak-anak, mengenai bahaya mengklik tautan sembarangan. Informasi sederhana yang dibagikan di grup keluarga atau komunitas dapat mencegah kerugian yang lebih besar.

Kasus GhostPairing menjadi pengingat bahwa ancaman digital terus berkembang dan sering kali memanfaatkan celah yang tampak resmi. Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat Indonesia pada WhatsApp, kewaspadaan menjadi kunci utama. Jangan mudah percaya pada pesan yang memancing emosi atau rasa penasaran. Satu klik yang salah dapat membuka pintu bagi penjahat siber untuk menguasai akun dalam diam.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

gacorway
GACORWAY
gacorway
SITUS SLOT
SITUS SLOT GACORWAY
SITUS GACOR
MPO500 Daftar
gacorway
MPO500
ug300 UG300 royalmpo Royalmpohttps://avantguard.co.id/idn/about/ Royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo https://malangtoday.id/ https://guyonanbola.com/ renunganhariankatolik.web.id SLOT DANA MPO SLOT mpo slot royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo royalmpo kingslot royalmpo royalmpo mpo slot jkt88 gacor4d https://holodeck.co.id/spesifikasi/ royalmpo/ pisang88/ langkahcurang/ mpohoki/ mpocuan/ royalmpo/