Perkenalan
Kamboja, negara yang kaya akan sejarah dan budaya, menawarkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan. Salah satu cara terbaik untuk menjelajahi ibu kota Phnom Penh adalah dengan naik Tuk Tuk. Di bawah ini, saya akan membagikan pengalaman saya berpetualang menggunakan Tuk Tuk dengan teman-teman.
Menunggu di Bus Station
Kami tiba di Phnom Penh sekitar pukul lima pagi setelah menempuh perjalanan panjang dengan bus. Saat kami turun dari bus, suasana pagi terasa segar. Pengemudi Tuk Tuk sudah menunggu di depan stasiun, siap menyambut kami. Dalam perjalanan, kami berbincang-bincang dengan Lan, sopir Tuk Tuk kami, yang ternyata juga sangat ramah dan mengenal banyak tempat menarik di kota ini.
Pertemuan yang Lucu
Setelah memperkenalkan diri, kami bercanda tentang kesamaan wajahnya dengan beberapa artis Indonesia. “Kamu mirip Judika!” seru saya, dan dia hanya tertawa. Percakapan ini membuat suasana semakin akrab, dan kami merasa lebih nyaman dalam perjalanan ini. Lan bahkan bisa melafalkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia, seperti “Apa kabar?” yang membuat kami semakin menghargai usaha dan keterbukaannya.
Destinasi Pertama: Killing Fields
Tujuan pertama kami adalah Killing Fields di Choeung Ek, yang terletak sekitar 17 km dari pusat kota. Perjalanan menuju tempat ini memakan waktu sekitar satu jam. Selama perjalanan, Lan menceritakan sejarah kelam Kamboja di bawah pemerintahan Pol Pot. Dia menjelaskan bagaimana tempat ini dulunya menjadi kuburan massal bagi banyak korban.
Mengunjungi Tuol Sleng
Setelah mengunjungi Killing Fields, kami melanjutkan perjalanan ke Tuol Sleng Genocide Museum. Tempat ini dulunya adalah sekolah yang diubah menjadi penjara dan tempat penyiksaan. Saat memasuki museum, suasana hati kami menjadi serius. Banyak foto dan barang-barang peninggalan yang dipamerkan, mengingatkan kami akan tragedi yang terjadi di negara ini.
Menjelajahi Pasar Rusia
Dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Rusia. Di sini, kami bisa menemukan berbagai barang, mulai dari souvenir hingga makanan lokal. Kami mencoba beberapa camilan khas Kamboja yang lezat. Suasana pasar yang ramai dan warna-warni menambah keseruan perjalanan kami.
Royal Palace dan Silver Pagoda
Setelah puas berbelanja, kami menuju Royal Palace dan Silver Pagoda. Tempat ini adalah simbol kekayaan budaya Kamboja dan merupakan kediaman raja. Kami terpesona oleh arsitektur yang megah dan keindahan taman di sekelilingnya.
Menyaksikan Sunset di Sungai Mekong
Mengakhiri hari yang panjang, kami memutuskan untuk melihat sunset di tepi Sungai Mekong. Kami naik cruise dan menikmati pemandangan yang luar biasa. Langit berwarna oranye keemasan menciptakan suasana yang romantis dan damai.
Kesimpulan
Pengalaman menjelajah Kamboja dengan Tuk Tuk adalah salah satu yang tidak akan terlupakan. Dari pertemuan lucu dengan sopir Tuk Tuk hingga mengunjungi tempat-tempat bersejarah, semuanya memberikan perspektif baru tentang negara ini. Jika Anda berencana ke Kamboja, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajah dengan Tuk Tuk!
