Kota Jakarta, terutama wilayah Kramat Jati, baru-baru ini dihebohkan dengan serangkaian pencurian yang melibatkan seorang perempuan yang berpura-pura melayat. Modus ini membuat pelaku berhasil mencuri uang sumbangan takziah dari para tamu yang sedang berduka. Hingga saat ini, polisi tengah menyelidiki dan mencari pelaku, yang diduga telah beraksi setidaknya tiga kali dalam waktu yang berbeda.
Kejadian Pertama yang Terungkap
Kejadian terbaru terjadi pada 2 Maret 2026 di rumah duka keluarga Nyai Hasanah. Di tengah suasana berkabung, Hasanah dan keluarganya tidak menyangka bahwa seorang pelaku akan beraksi di hari yang penuh duka tersebut. “Dia datang dengan alasan ingin melayat dan mengaku sebagai teman kami,” ungkap Hasanah ketika ditemui pada hari kejadian.
Keberadaan pelaku memang menimbulkan rasa percaya diri di antara keluarga almarhum, terutama karena pelaku berusaha berinteraksi dan menunjukkan kepedulian. Namun, hal ini justru menjadi celah bagi pelaku untuk melakukan aksinya. Pelaku tiba di rumah duka sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa jam setelah mertua Hasanah meninggal dunia pada pukul 04.00 WIB.
Modus Operandi Pelaku Ternyata Sama
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku menggunakan modus operandi yang serupa di beberapa lokasi lainnya. Dua kejadian sebelumnya yang melibatkan pelaku terjadi di Jalan Damai, Lubang Buaya pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026. “Setiap kali, dia berpura-pura mengenal keluarga yang berduka dan berbaur dengan pelayat lainnya,” jelas Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli.
“Dia sangat cerdik dalam menutupi niat buruknya. Dia selalu datang saat suasana masih tenang dan sepi, sehingga tidak ada seseorang yang curiga,” tambah Fadoli. Pelaku juga diketahui betah berada di lokasi hingga menjelang waktu pemakaman, menunjukkan empati dan rasa dukanya yang palsu.
Pengalaman Nyai Hasanah
Setelah cukup lama berinteraksi, pelaku meminta izin untuk ke toilet. “Kami tidak mencurigai dia sama sekali. Dia terlihat sangat ramah dan memberi simpati kepada keluarga kami,” kata Hasanah. Saat pelaku pergi ke toilet, inilah saat terbesar bagi pelaku untuk mengambil uang yang disumbangkan oleh para pelayat.
Keluarga baru menyadari bahwa uang yang telah dikumpulkan menghilang saat mereka mencoba menghitungnya. Saat suasana sudah mulai ramai dengan pelayat yang berdatangan, mereka merasa ada yang tidak beres. “Kami panik dan langsung berusaha mencari dia,” cerita Hasanah.
Upaya Penangkapan Pelaku
Setelah menyadari pencurian, warga sekitar berusaha mengejar pelaku, tetapi sayangnya, ia sudah terlebih dahulu melarikan diri. Aksi ini menjadi viral ketika rekaman dari CCTV menunjukkan pelaku melarikan diri dengan cepat setelah mencuri uang tersebut. “Kedekatan emosional di rumah duka seharusnya menjadi tempat aman, tetapi kejadian ini menunjukkan bahwa kita harus tetap waspada,” ungkap warga sekitar.
“Saat kami ngecek rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana dia dengan cepat meninggalkan lokasi,” tambah salah satu saksi. Kasus pencurian ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian yang langsung bergerak cepat untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Penyelidikan oleh Polisi
Polisi kini tengah mengumpulkan berbagai bukti terkait kejadian ini, termasuk rekaman CCTV dan keterangan dari saksi di lokasi. Kesamaan ciri fisik dan modus operandi pelaku menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk memastikan bahwa aksi pencurian ini kemungkinan besar dilakukan oleh orang yang sama. “Kami melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Fadoli.
“Setiap detail sangat penting untuk menutup kasus ini. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak ragu jika mengalami kejadian serupa agar bisa segera melapor,” tambahnya. Penyelidikan ini bertujuan untuk menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban yang mengalami hal serupa.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Setelah berita ini menyebar, banyak warga mulai menyuarakan kepedulian dan dukungan satu sama lain. Tindakan pelaku yang sangat tidak manusiawi itu membuat masyarakat berbondong-bondong membahas tentang pentingnya kewaspadaan di acara-acara yang bersifat emosional. “Kita harus lebih berhati-hati saat berada di kerumunan orang, terutama di tempat yang seharusnya aman seperti rumah duka,” ujar salah satu warga.
Kejadian ini juga mendapatkan respons luas di media sosial. Banyak orang menyayangkan tindakan pelaku yang tega memanfaatkan suasana berkabung yang sedih. “Ada yang tega melakukan hal ini pada saat orang lain berduka. Ini sangat menyedihkan,” tulis salah satu pengguna di Instagram.
Membangun Keamanan Bersama
Dengan pengumuman pihak kepolisian dan berbagai imbauan kepada masyarakat, pihak berwenang berharap agar setiap orang dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman. “Kami akan memperketat pengawasan di lingkungan sekitar, terutama di rumah duka agar pelaku tidak beraksi lagi,” jelas Fadoli.
Masyarakat juga diajak untuk saling mengingatkan dan menjaga satu sama lain. “Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, karena kita tidak pernah tahu kapan dan di mana kejadian tidak menyenangkan bisa terjadi,” tambah satu warga yang juga menjadi pelayat.
Demikian Pentingnya Laporan dari Korban Lain
Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Banyak kejadian serupa yang mungkin dialami oleh orang-orang lain, tetapi takut untuk berbicara. “Kami ingin setiap orang merasa aman dan tidak malu untuk melapor sehingga kami dapat mendalami kasus ini lebih lanjut,” ungkap Fadoli.
Kesadaran untuk melapor sangat diperlukan agar pihak berwenang bisa memperkuat tindakan pencegahan. “Setiap informasi yang kami dapat sangat berharga, dan bisa membantu menangkap pelaku secepatnya,” tambahnya.
Harapan untuk Penegakan Hukum yang Lebih Kuat
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian agar dapat meningkatkan kredibilitas dan rasa aman bagi masyarakat. Penjagaan yang lebih ketat dan merespons laporan dengan cepat menjadi hal yang wajib. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar pelaku ditangkap dan diadili,” ujar Fadoli.
“Rasa aman itu sangat penting, terutama di saat-saat seperti ini ketika masyarakat sedang berduka. Kami tidak ingin ada kejadian seperti ini lagi,” tegasnya. Dengan langkah-langkah yang lebih konkret, diharapkan kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.
Menutup Kasus dengan Opini yang Membangun
Kejadian pencurian uang takziah di Kramat Jati ini mengingatkan kita semua tentang potensi keterpurukan sosial yang bisa terjadi di sekitar kita. Kejadian seperti ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga cinta dan empati dalam lingkungan sosial.
Ketika orang saling menjaga, tentunya hal-hal buruk seperti pencurian bisa diminimalisir. Mari kita semua menjaga satu sama lain dan bersikap kritis terhadap setiap tindakan, lebih-lebih saat menghadiri acara-acara yang emosional. Dengan kesadaran ini, kita berharap mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.



















