OpenAI resmi meluncurkan GPT-5.2 sebagai model kecerdasan buatan terbaru yang difokuskan untuk kebutuhan kerja profesional. Perilisan ini menandai fase penting dalam pengembangan ChatGPT, di mana AI tidak lagi diposisikan hanya sebagai asisten percakapan, tetapi sebagai alat kerja yang dirancang untuk menangani tugas nyata di lingkungan kantor, industri, dan pengembangan produk.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyebut GPT-5.2 sebagai model paling matang yang pernah mereka rilis untuk pekerjaan berbasis pengetahuan. Fokus utamanya mencakup pembuatan spreadsheet, presentasi, analisis dokumen panjang, pemrograman, hingga pengelolaan proyek yang melibatkan banyak tahap dan tool berbeda. Pendekatan ini memperjelas bahwa GPT-5.2 tidak ditujukan untuk eksperimen ringan, melainkan untuk penggunaan serius dan berulang dalam workflow profesional.
Tiga Varian, Satu Fokus Utama
GPT-5.2 dirilis dalam tiga varian, masing-masing dengan peran yang berbeda. GPT-5.2 Instant diposisikan sebagai model cepat untuk tugas ringan seperti penulisan, penerjemahan, dan pencarian informasi. Varian ini menjadi tulang punggung penggunaan harian yang membutuhkan respons singkat dan efisien.
GPT-5.2 Thinking dirancang untuk pekerjaan yang lebih kompleks. Model ini digunakan untuk analisis dokumen panjang, pemrograman, perencanaan, serta tugas yang membutuhkan penalaran bertahap. Sementara itu, GPT-5.2 Pro menjadi versi dengan tingkat presisi tertinggi, ditujukan untuk masalah teknis dan analitis yang membutuhkan akurasi maksimal, meski dengan waktu pemrosesan yang lebih lama.
Pembagian ini menunjukkan bahwa OpenAI tidak lagi mengandalkan satu model serba bisa, melainkan menawarkan ekosistem AI yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja berbeda.
Performa Kerja Jadi Sorotan Utama
Dalam rilis resminya, OpenAI menekankan peningkatan performa GPT-5.2 pada tugas kerja nyata. Salah satu indikator utamanya adalah evaluasi GDPval, sebuah benchmark internal yang menguji kemampuan AI menyelesaikan tugas kerja terstruktur di 44 jenis profesi. Hasilnya, GPT-5.2 Thinking mampu mengalahkan atau menyamai kinerja profesional manusia pada 70,9 persen tugas yang diuji.
Tugas-tugas tersebut bukan soal teoretis, melainkan pekerjaan konkret seperti menyusun presentasi bisnis, membuat spreadsheet akuntansi, hingga menulis laporan kompleks. OpenAI juga menyebut GPT-5.2 mampu menyelesaikan pekerjaan serupa dengan kecepatan lebih dari 11 kali lipat dan biaya kurang dari 1 persen dibanding tenaga ahli manusia, dengan catatan tetap memerlukan pengawasan.
Selain itu, GPT-5.2 juga membawa peningkatan signifikan pada akurasi. Dibanding generasi sebelumnya, model ini 30 persen lebih jarang menghasilkan jawaban keliru pada pertanyaan nyata pengguna ChatGPT. Bagi pengguna profesional, penurunan tingkat kesalahan ini menjadi faktor krusial, terutama untuk bidang hukum, keuangan, riset, dan manajemen.
Konteks Panjang dan Proyek Kompleks
Salah satu kemampuan kunci GPT-5.2 adalah pemahaman konteks panjang. Model ini mampu memproses hingga 256.000 token dalam satu kali input, setara ratusan ribu kata. Dalam pengujian MRCRv2, GPT-5.2 mencatat akurasi hampir sempurna dalam menggabungkan informasi yang tersebar di dokumen sangat panjang.
Secara praktis, kemampuan ini memungkinkan GPT-5.2 digunakan untuk menganalisis kontrak, laporan riset, transkrip rapat, hingga proyek multi-dokumen tanpa kehilangan konsistensi. Ini menjadi pembeda penting dibanding model AI sebelumnya yang sering kesulitan menjaga konteks pada dokumen berskala besar.
Coding dan Tool Calling Lebih Stabil
OpenAI juga menyoroti peningkatan GPT-5.2 di bidang pemrograman. Model ini mencatat skor tertinggi OpenAI sejauh ini pada SWE-Bench Pro dan SWE-Bench Verified, yang menguji kemampuan AI menyelesaikan tugas software engineering nyata. GPT-5.2 dinilai lebih andal dalam debugging, refactoring, serta pengembangan fitur lintas bahasa pemrograman.
Kemampuan pemanggilan tool atau tool calling juga menjadi fokus. GPT-5.2 mampu mengelola workflow multi-tahap dengan lebih stabil, mulai dari mengambil data, menjalankan analisis, hingga menghasilkan output akhir. Dalam simulasi layanan pelanggan dan manajemen kasus, model ini menunjukkan tingkat kegagalan yang lebih rendah dibanding pendahulunya.
Perbandingan Singkat dengan GPT-5.1 dan GPT-5.0
Jika dibanding GPT-5.1, peningkatan GPT-5.2 paling terasa pada konsistensi dan kedalaman analisis. GPT-5.1 sudah cukup kuat untuk banyak tugas, tetapi masih rentan kehilangan detail pada pekerjaan panjang dan kompleks. GPT-5.2 dirancang untuk menutup celah tersebut.
Sementara itu, dibanding GPT-5.0, jaraknya lebih jauh. GPT-5.0 masih berfokus pada kemampuan percakapan dan bantuan umum. GPT-5.2 jelas berada di kelas berbeda, dengan orientasi penuh pada kerja profesional dan produktivitas.
Posisi di Tengah Persaingan dengan Gemini 3
Peluncuran GPT-5.2 juga tidak lepas dari persaingan dengan Google Gemini 3. Saat ini, Gemini unggul di ranah image generation dan multimodal visual. Namun, OpenAI menempatkan GPT-5.2 sebagai AI kerja berbasis teks, data, dan penalaran kompleks. Hingga kini, belum ada data publik yang menunjukkan Gemini 3 secara konsisten melampaui GPT-5.2 dalam tugas kerja profesional lintas bidang.
Penutup
GPT-5.2 menegaskan arah baru OpenAI. Model ini bukan sekadar pembaruan versi, tetapi upaya serius menjadikan AI sebagai asisten kerja yang andal. Dengan fokus pada akurasi, konteks panjang, dan workflow kompleks, GPT-5.2 diposisikan sebagai alat produktivitas, bukan sekadar chatbot. Bagi dunia kerja modern, inilah inti dari perilisan GPT-5.2.



















