Banyak pengguna media sosial mengeluhkan hal yang sama. Saat membuka aplikasi, halaman For You Page atau FYP di TikTok dan Explore di Instagram justru dipenuhi drama China pendek, potongan cerita sensasional, hingga gosip artis yang berulang. Konten semacam ini memang cepat menarik perhatian. Namun jika muncul terus-menerus, pengalaman menggunakan media sosial bisa berubah dari hiburan menjadi kejenuhan.
Fenomena tersebut bukan kebetulan. Algoritma media sosial bekerja dengan membaca perilaku pengguna secara detail. Setiap video yang ditonton, meski hanya beberapa detik, dianggap sebagai sinyal minat. Begitu juga dengan like, komentar, share, hingga akun yang diikuti. Bahkan rasa penasaran sesaat dapat diterjemahkan sistem sebagai ketertarikan jangka panjang. Akibatnya, konten serupa terus bermunculan dan menguasai linimasa.
Kabar baiknya, algoritma bukan sistem yang kaku. Ia bisa diatur ulang dan “dididik” kembali. TikTok dan Instagram sudah menyediakan fitur resmi untuk menyegarkan rekomendasi. Dengan langkah yang tepat dan konsisten, pengguna dapat mengembalikan FYP dan Explore ke topik yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Cara Kerja Algoritma yang Perlu Dipahami
Algoritma pada dasarnya mengutamakan kebiasaan terbaru. Konten yang sering ditonton hingga selesai akan diprioritaskan. Demikian pula video yang memicu interaksi. Inilah alasan mengapa dracin dan gosip artis mudah mendominasi. Konten semacam ini biasanya singkat, penuh emosi, dan memancing rasa ingin tahu.
Masalah muncul ketika pengguna tidak sadar memberi sinyal berulang. Menonton karena penasaran, lalu berhenti di video serupa, sudah cukup bagi algoritma untuk menyimpulkan bahwa topik tersebut diminati. Jika ini terjadi terus-menerus, rekomendasi menjadi semakin sempit.
Reset Algoritma Instagram
Instagram menyediakan fitur Reset suggested content. Fitur ini memungkinkan pengguna menghapus pola rekomendasi lama. Setelah reset, halaman Explore dan Reels akan menampilkan konten umum yang belum dipersonalisasi. Dari titik ini, algoritma mulai belajar ulang berdasarkan interaksi baru.
Selain itu, Instagram memiliki fitur Your Algorithm. Fitur ini memberi gambaran topik apa saja yang sering muncul di linimasa. Pengguna bisa mengatur konten mana yang ingin lebih banyak atau lebih sedikit ditampilkan. Jika merasa jenuh dengan drama China atau gosip selebritas, topik tersebut bisa dikurangi secara langsung.
Langkah manual juga tidak kalah penting. Meng-unfollow akun yang sudah tidak relevan, menghapus riwayat pencarian, serta rutin menggunakan opsi “Not Interested” akan mempercepat proses penyesuaian algoritma.
Reset Algoritma TikTok
TikTok memiliki fitur Refresh your For You feed. Setelah diaktifkan, FYP akan kembali menampilkan video populer dan umum. Dari sini, sistem akan membangun ulang preferensi berdasarkan aktivitas terbaru pengguna.
Untuk hasil maksimal, pengguna disarankan menghapus riwayat tontonan dan pencarian melalui menu Activity Center. Membersihkan cache aplikasi juga dapat membantu kinerja aplikasi menjadi lebih ringan dan responsif.
Tips Praktis agar Algoritma Tidak Kembali “Kebablasan”
Reset algoritma bukan solusi sekali jalan. Ada beberapa kebiasaan baru yang perlu diterapkan agar hasilnya bertahan.
Pertama, sadari bahwa setiap detik menonton adalah sinyal. Jika muncul konten yang tidak diinginkan, sebaiknya segera geser tanpa berhenti lama.
Kedua, aktif mencari dan mendukung konten yang benar-benar diminati. Misalnya topik edukasi, teknologi, olahraga, atau hobi tertentu. Tonton hingga selesai, beri like, dan ikuti akun yang konsisten membahas topik tersebut.
Ketiga, hindari scrolling tanpa tujuan dalam waktu lama. Kebiasaan ini membuat pengguna lebih mudah terjebak konten sensasional yang akhirnya dibaca algoritma sebagai minat.
Keempat, konsisten selama beberapa hari pertama setelah reset. Fase ini sangat menentukan. Jika pengguna kembali menonton gosip atau dracin, algoritma akan mengulang pola lama.
Menggunakan Algoritma Secara Lebih Sadar
Algoritma media sosial sebenarnya bersifat netral. Ia hanya mengikuti sinyal yang diberikan pengguna. Jika linimasa terasa membosankan atau melelahkan, hal itu sering kali mencerminkan kebiasaan konsumsi konten yang tidak disadari.
Dengan memahami cara kerja algoritma, pengguna bisa mengambil kembali kendali. Reset hanyalah langkah awal. Kunci utamanya ada pada kesadaran dan konsistensi dalam berinteraksi. Jika dilakukan dengan benar, FYP TikTok dan Explore Instagram tidak hanya menjadi lebih relevan, tetapi juga lebih sehat dan bermanfaat untuk jangka panjang.



















