Akhir Februari 2026 menjadi salah satu periode paling tegang dalam kalender geopolitik global. Dalam waktu hampir bersamaan, tiga kawasan strategis dunia mengalami eskalasi militer. Serangan udara ke ibu kota Iran menjadi sorotan utama, sementara perang di Eropa Timur dan konflik di Asia Selatan ikut memperkeruh situasi.
Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dunia memberi perhatian besar? Berikut rangkuman menyeluruh yang perlu diketahui.
Timur Tengah: Serangan Langsung ke Jantung Iran
Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, Israel mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan ke Teheran, ibu kota Iran.
Fakta utama yang terkonfirmasi:
- Dua ledakan keras terdengar di pusat dan timur Teheran.
- Asap terlihat membumbung di beberapa titik kota.
- Sejumlah laporan menyebut lokasi ledakan berada di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
- Hingga kini belum ada data resmi mengenai korban atau kerusakan.
Pemerintah Israel menyebut operasi ini sebagai langkah pencegahan untuk menghilangkan ancaman terhadap keamanan nasional. Menteri Pertahanan Israel Katz menetapkan keadaan darurat nasional.
Wilayah udara Israel ditutup untuk penerbangan sipil. Sirene peringatan dibunyikan di sejumlah kota termasuk Yerusalem sebagai antisipasi serangan balasan.
Sejumlah pejabat di Amerika Serikat disebut mengetahui atau terlibat dalam operasi tersebut. Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebelumnya telah meminta warga Amerika meninggalkan Iran. Kebijakan ini merujuk pada arahan Presiden Donald Trump mengenai perlindungan warga negara di luar negeri.
Iran hingga kini belum mengumumkan respons resmi, namun sebelumnya telah memperingatkan bahwa pangkalan militer dan kepentingan Amerika di kawasan dapat menjadi target bila terjadi serangan langsung.
Eropa Timur: Perang Rusia-Ukraina Masih Berkobar
Pada 24 Februari 2026, konflik antara Rusia dan Ukraina memasuki tahun keempat.
Perang ini belum menunjukkan tanda berakhir. Serangan drone dan rudal masih menyasar infrastruktur energi dan fasilitas strategis Ukraina. Gangguan listrik dan pemanas kembali menjadi persoalan di tengah musim dingin.
Konflik ini telah mengubah lanskap militer modern, dengan penggunaan drone dalam skala besar. Selain korban di garis depan, dampak terhadap ekonomi global terus terasa, terutama pada pasokan pangan dan energi.
Asia Selatan: Pakistan dan Afghanistan Terlibat Bentrokan
Di saat perhatian dunia tertuju pada Timur Tengah dan Eropa Timur, Asia Selatan juga memanas. Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat tajam.
Laporan menyebut adanya serangan udara dan pemboman di sekitar ibu kota Afghanistan, Kabul. Situasi ini memicu kekhawatiran konflik terbuka yang lebih luas.
Upaya mediasi internasional mulai dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih jauh.
Kenapa Dunia Mengkhawatirkan Situasi Ini?
Ketiga konflik tersebut terjadi hampir bersamaan dan melibatkan negara negara dengan pengaruh regional dan global. Ketegangan di Timur Tengah khususnya berisiko melibatkan lebih banyak pihak karena jaringan aliansi dan kepentingan strategis yang kompleks.
Serangan langsung ke ibu kota sebuah negara besar seperti Iran menjadi indikator meningkatnya intensitas konflik dari perang bayangan menjadi konfrontasi terbuka.
Dampak Global yang Bisa Terasa di Indonesia
Walau secara geografis jauh, efeknya tidak sepenuhnya terpisah dari kehidupan masyarakat Indonesia.
1. Harga Energi
Iran berada di kawasan strategis distribusi minyak dunia. Ketegangan militer berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah global. Dampaknya dapat merembet ke harga bahan bakar dan biaya transportasi.
2. Inflasi Pangan
Perang Rusia-Ukraina telah mengganggu pasokan gandum dan pupuk. Jika konflik global makin meluas, biaya logistik internasional dapat meningkat. Harga kebutuhan pokok berisiko ikut terdorong naik.
3. Nilai Tukar Rupiah
Ketidakpastian global biasanya mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar Amerika dan emas. Tekanan terhadap rupiah bisa terjadi jika arus modal keluar meningkat.
4. Stabilitas Pasar Keuangan
Pasar saham dan komoditas sensitif terhadap eskalasi militer. Fluktuasi harga dalam jangka pendek menjadi kemungkinan.
Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?
Beberapa indikator penting dalam beberapa hari ke depan antara lain:
- Apakah Iran akan melakukan serangan balasan langsung.
- Apakah konflik akan melibatkan lebih banyak negara di kawasan.
- Respons diplomatik dari negara negara besar dan organisasi internasional.
- Pergerakan harga minyak dan pasar keuangan global.
Situasi masih sangat dinamis. Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai korban dalam serangan di Teheran maupun detail dampak kerusakan.
Kesimpulan
Akhir Februari 2026 menjadi periode dengan ketegangan global yang tinggi. Serangan Israel ke Iran menjadi sorotan utama, di tengah perang Rusia-Ukraina yang terus berlangsung dan konflik baru di Asia Selatan.
Apakah kondisi ini akan berkembang menjadi konflik berskala lebih luas, masih belum dapat dipastikan. Namun eskalasi yang terjadi menunjukkan bahwa stabilitas global sedang diuji.
Mengikuti informasi secara cermat, berbasis sumber terpercaya, serta memahami dampaknya terhadap ekonomi dan kehidupan sehari hari menjadi langkah penting di tengah dinamika dunia yang cepat berubah.



















